Aku sering menjadi tempat orang lain menemukan jalan keluar dari masalahnya.
Namun lucunya, aku justru tersesat di dalam masalahku sendiri.
Aku mampu memahami begitu banyak orang, dengan segala watak dan luka yang mereka sembunyikan.
Tapi ketika harus memahami orang-orang yang paling dekat denganku, aku selalu kehabisan cara.
Di luar sana, mungkin ada yang mengagumiku.
Mungkin mereka mengira aku kuat, bijaksana, dan mampu menyelesaikan apa saja.
Padahal itu hanya apa yang mereka lihat dari kejauhan.
Sesungguhnya, aku masih kebingungan menghadapi banyak hal.
Bahkan di lingkungan yang paling dekat denganku, aku masih sering merasa asing.
Yang paling menyedihkan bukan karena aku gagal memahami dunia,
melainkan karena sampai hari ini, aku masih belum benar-benar mengenal diriku sendiri.
Ternyata, menjadi penolong bagi banyak orang tidak selalu berarti mampu menyelamatkan diri sendiri.
0 komentar:
Post a Comment